3 Perubahan Preferensi Calon Traveler Terkait Hotel Menyambut Era New Normal

Indonesia Berita Berita

3 Perubahan Preferensi Calon Traveler Terkait Hotel Menyambut Era New Normal
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 liputan6dotcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 88 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 38%
  • Publisher: 83%

Tingkat pemesanan kamar hotel di jaringan OYO mulai naik kembali pada Mei 2020 setelah mencapai titik terendah pada April 2020.

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 mengubah perilaku traveler yang sebelumnya nyaris tanpa hambatan bertualang ke mana-mana. Hal tersebut tentu berdampak pada industri perhotelan, termasuk yang berada di dalam negeri.

Jika sebelumnya didominasi oleh pemesana jangka pendek-menengah dengan rata-rata durasi menginap 1--3 hari, kini dalam sebulan terakhir, terdapat lebih banyak pemesanan kamar yang dilakukan untuk jangka panjang dengan rata-rata durasi menginap 7--14 hari. Tren ini diperkirakan juga didukung adanya imbauan untuk mengisolasi mandiri setidaknya selama 14 hari, dan didominasi oleh mereka yang tidak dapat bekerja dari rumah, seperti para tenaga medis dan pekerja di sektor vital .

2 dari 5 halamanPeran Teknologi Makin KrusialDampak COVID-19 pada industri hospitality turut memperlihatkan pentingnya peranan teknologi pada industri ini. Salah satu poin penting peranan teknologi di industri perhotelan adalah mempersiapkan rasa aman bagi para pelanggan ketika mereka harus bepergian, dengan menciptakan standar operasi higienis. Salah satunya melalui mekanisme pemesanan tanpa kontak fisik demi keselamatan dan keamanan pelanggan.

Para wisatawan juga diprediksi akan cenderung melakukan perjalanan ke tujuan yang lebih terpencil dan tidak banyak kerumunan orang. Maka, pemetaan destinasi baru sesuai preferensi wisatawan pasca-pandemi serta memastikan kesiapan dari sisi keamanan sesuai dengan protokol kesehatan menjadi kesempatan bagi pelaku industri pariwisata dan pemerintah setempat, agar industri ini dapat segera bangkit dari kondisi sulit akibat pandemi ini.

Adaptasi secara cepat dan memanfaatkan peluang menjadi kunci dalam menghadapi perubahan perilaku dan preferensi konsumen di industri pariwisata pasca-pandemi. Lebih lanjut, data internal OYO mencatat performa hotel OYO di Indonesia perlahan mulai membaik seiring dengan berbagai inisiatif yang dilakukan baik dari sisi operasional maupun bisnis.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

liputan6dotcom /  🏆 4. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

India Bolehkan Calon Jamaah Batalkan Perjalanan Haji 2020 |Republika OnlineIndia Bolehkan Calon Jamaah Batalkan Perjalanan Haji 2020 |Republika OnlineJumlah 100 persen dana yang mereka bayarkan sejauh ini akan dikembalikan tanpa potong
Baca lebih lajut »

Perludem Nilai Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Berpotensi MenurunPerludem Nilai Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Berpotensi MenurunDirektur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini menyatakan, partisipasi masyarakat...
Baca lebih lajut »

PSN 2020 Harus Bantu Pulihkan Perekonomian Nasional Pasca CovidPSN 2020 Harus Bantu Pulihkan Perekonomian Nasional Pasca CovidBerdasarkan hasil evaluasi Pemerintah, setidaknya 92 dari 223 proyek telah dirampungkan hingga tahun 2019 dengan nilai sebesar Rp4.183 triliun.
Baca lebih lajut »

Ibadah Haji 2020 Batal, Penyelenggara Ibadah Haji Dirugikan, Kenapa?Ibadah Haji 2020 Batal, Penyelenggara Ibadah Haji Dirugikan, Kenapa?Pihak penyelenggara ibadah haji khusus menjadi yang paling terdampak dari pembatalan ibadah haji 2020 oleh Kementerian Agama.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 18:13:23