Virus 'tick-borne' atau penyakit yang disebabkan oleh gigitan kutu kembali muncul di China. Berikut tiga fakta tentang virus 'tick-borne'! Virus TickBorne via detikHealth
, sejauh ini virus 'tick-borne' telah menginfeksi hampir 67 orang dan menewaskan sedikitnya 7 korban di China.Dikutip dariVirus yang termasuk dalam kategori bunyavirus, yang merupakan keluarga arthropod-borne atau virus yang dibawa oleh hewan pengerat ini bukanlah penyakit baru. Sebab, SFTS telah ditemukan di China, Korea Selatan, dan Jepang sejak 2009.2. Menular lewat gigitan kutu
SFTS umumnya ditularkan melalui gigitan kutu. Menurut sebuah studi tahun 2015, ada beberapa spesies kutu yang diduga sebagai pembawa virus SFTS, di antaranya H longicornis, R microplus, H campanulata dan D sinicus pada anjing, kucing, domba, dan sapi. Para peneliti pun mengingatkan bahwa adanya kemungkinan virus SFTS dapat menular antarmanusia. Sebab, dicurigai penyakit ini bisa ditularkan melalui darah dan lendir dari orang yang terinfeksi.Orang yang terinfeksi SFTS, di antaranya mengalami beberapa gejala sebagai berikut:
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?China baru-baru ini dilaporkan diserang wabah baru yang disebabkan oleh virus tick borne yang disebabkan oleh kutu dan menyebabkan demam parah.
Baca lebih lajut »
China Laporkan Temuan Virus Tick-Borne dari Gigitan KutuChina melaporkan penyakit menular baru yang disebarkan oleh virus tick-borne yang berasal dari gigitan kutu.
Baca lebih lajut »
Cek Fakta: Tidak Benar Virus Tak Bisa Membahayakan Tubuh ManusiaTerkait jumlah virus yang triliunan seperti klaim di postingan Facebook tersebut juga dibantah oleh Peneliti pascadoktoral UNSW, Dr Ki Wook Kim.
Baca lebih lajut »
Cek Fakta: Jokowi Barter Vaksin Corona dengan Lahan untuk Perusahaan China, Benarkah?Beredar klaim bahwa Jokowi barter vaksin corona dengan lahan untuk perusahaan China, benarkah?
Baca lebih lajut »