Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan pihaknya tengah mengusulkan penambahan petugas untuk penanganan wabah PMK di wilayahnya.
- Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memikirkan cara meredam penularan Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak. Pasalnya, jumlah hewan ternak yang terpapar PMK terus meningkat hingga lebih dari 3.000 ekor.
Indah menjelaskan terus meningkatnya kondisi PMK di Lumajang disebabkan oleh keterbatasan tenaga kesehatan hewan. Lebih lanjut, Indah juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah memesan obat-obatan ke pabrik farmasi dan dijanjikan akan datang minggu ini.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kasus Bertambah, 3.000 Ekor Sapi di Lumajang Terjangkit Wabah PMKJumlah sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku di Lumajang, Jawa Timur terus bertambah.
Baca lebih lajut »
Anak Sapi Tertular PMK oleh Induknya Sendiri! Bupati Lumajang Imbau Warga Tak Buru-buru Jual TernakPemilik sapi sebenarnya sudah berusaha menyembuhkan indukan dan anak sapi ini, namun tidak berhasil.
Baca lebih lajut »
Pemkot Jaksel periksa seluruh penampungan hewan kurban antisipasi PMKPemerintah Kota Jakarta Selatan memeriksa seluruh lokasi penampungan hewan kurban guna mengantisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).\r\n\r\n"Kita akan ...
Baca lebih lajut »
Di Sukoharjo, Pentas Wayang Kulit Jadi Media Sosialisasi Pencegahan PMKAda dua substansi program pemerintah yang disosialisasikan kepada masyarakat melalui pentas wayang kulit yakni penanggulangan kemiskinan dan pencegahan PMK pada hewan ternak.
Baca lebih lajut »
Produksi Susu Sapi Perah di Probolinggo Merosot karena Wabah PMKSapi yang terpapar cenderung tidak mau makan dan minum. Dengan demikian nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya berkurang.
Baca lebih lajut »
Kemenag Wonogiri Bolehkan Sapi Kena PMK Jadi Hewan Kurban, Asal...Kemenag Wonogiri perbolehkan sapi yang terkena penyakit mulut dan kuku (PMK) sebagai hewan kurban asalkan kondisinya tidak parah.
Baca lebih lajut »