Pertumbuhan ekonomi ini diharapkan didukung oleh peningkatan konsumsi domestik dan investasi sebagai motor penggerak utama.
Aditya L Djono / ALD– Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2021 sebesar 4,5% hingga 5,5%. “Tingkat pertumbuhan ekonomi ini diharapkan didukung oleh peningkatan konsumsi domestik dan investasi sebagai motor penggerak utama,” ungkap Presiden Joko Widodo saat menyampaikan keterangan pemerintah tentang RUU RAPBN 2021 di hadapan rapat paripurna DPR, di Jakarta, Jumat .
Untuk asumsi dasar lainnya, laju inflasi ditargetkan pada tingkat 3%. “Ini untuk mendukung daya beli masyarakat,” jelasnya. Sementara utu, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp 14.600 per dolar AS. Selain itu, suku bunga Surat Berharga Negara 10 tahun diperkirakan sekitar 7,29%, serta asumsi harga minyak mentah Indonesia diperkirakan akan berkisar pada US$ 45 per barel.
“Lifting minyak dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 705.000 barel dan 1,007 juta barel setara minyak per hari,” ungkap Presiden. Dalam RAPBN tahun 2021, lanjut Presiden, defisit anggaran direncanakan sekitar 5,5% dari PDB atau sebesar Rp 971,2 triliun. Defisit ini lebih rendah dibandingkan defisit anggaran di tahun 2020 sekitar 6,34% dari PDB atau sebesar Rp 1.039,2 triliun.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pabrik Hyundai di RI Rampung Maret 2021, Bakal Produksi 250.000 UnitPembangunan pabrik Hyundai Motor ditargetkan rampung pada Maret 2021.
Baca lebih lajut »
Biasa Butuh 12 Tahun, Mengapa Pengembangan Vaksin Covid-19 Sangat Singkat?Uji klinis fase ketiga dari vaksin Sinovac ditargetkan selesai pada Januari 2021 mendatang
Baca lebih lajut »
Politikus PKB Berharap Pidato Jokowi Tak Ketinggian Soal Pertumbuhan EkonomiAnggota DPR dari Fraksi PKB, Maman Imanulhaq, berharap Presiden Joko Widodo tidak perlu muluk-muluk membuat target pertumbuhan ekonomi dalam pidato kenegaraannya di Sidang Tahunan MPR. DPR PKB Ekonomi Jokowi
Baca lebih lajut »
Faisal Basri Kritik Utang Boros Pemerintahan JokowiFaisal Basri menilai penggunaan utang pemerintah tidak efektif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Baca lebih lajut »
Kompetensi Bankir Dinilai Penting di Masa PandemiSebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi, kalangan perbankan memiliki peran cukup berat di masa pandemi.
Baca lebih lajut »