Tanpa merinci detail, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan berupaya menghentikan penembakan massal yang sering terjadi di negaranya.
TEMPO.CO, Jakarta - Dua penembakan massal di tempat berbeda yang terjadi berselang 13 jam membuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump angkat bicara. Penembakan pertama terjadi di kota El Paso, Texas, menewaskan 20 orang pada Sabtu siang, 3 Agustus 2019 dan pada Minggu pukul 1 dini hari, penembakan terjadi di Dayton, Ohio, menewaskan 9 orang dalam waktu kurang dari satu menit. 'Tidak ada tempat bagi kebencian di negara kami dan kami akan mengatasi ini.
Anggota Senat Amerika Serikat Cory Booker, mengatakan Trump bertanggung jawab atas peristiwa ini karena dia telah menyalakan ketakutan, kebencian dan kefanatikan. Menurut Trump, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan FBI, Jaksa Agung William Barr dan sejumlah anggota Kongres terkait apa yang bisa dilakukan untuk mencegah agar peristiwa kekerasan seperti ini tidak terulang lagi. Namun Trump tidak memberikan informasi spesifik mengenai langkah pencegahan yang akan dilakukan pihaknya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Baltimore, Kota di Amerika Serikat yang 'Melawan' TrumpDi tengah rentetan komentar Donald Trump yang dianggap sinis, warga Baltimore menunjukkan upaya swadaya meningkatkan derajat hidup penduduk kota mereka.
Baca lebih lajut »
Baltimore, kota di Amerika Serikat yang 'melawan' TrumpDi tengah rentetan komentar Donald Trump yang dianggap sinis, warga Baltimore menunjukkan upaya swadaya meningkatkan derajat hidup penduduk kota mereka.
Baca lebih lajut »
Penembakan Massal Sasar Pengunjung Swalayan di TexasSejumlah orang meninggal dalam penembakan di Texas, AS.
Baca lebih lajut »
Penembakan Massal di Texas, 20 Orang TewasPenembakan massal di Walmart El Paso, Texas, terjadi sepekan setelah insiden serupa di Californua yang menewaskan 3 orang.
Baca lebih lajut »
Penembakan Massal di El Paso Dinyatakan Aksi TerorisAksi penembakan massal di pusat perbelanjaan Walmart di El Paso, Texas, yang menewaskan 20 orang dinyatakan aksi teroris domestik. Pelakunya, Patrick Crusius, 21, kini berada di dalam tahanan.
Baca lebih lajut »
Penembakan Massal di Walmart Texas, Polisi Selidiki Dugaan Motif RasialKepolisian Texas sedang menyelidiki sebuah manifesto yang telah diunggah secara online yang diduga berkaitan dengan tersangka.
Baca lebih lajut »