2 Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, 1 Meninggal & 1 Suspek, DKI Jakarta: Kami Pantau

Indonesia Berita Berita

2 Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, 1 Meninggal & 1 Suspek, DKI Jakarta: Kami Pantau
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 tempodotco
  • ⏱ Reading Time:
  • 22 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 12%
  • Publisher: 63%

Dua pasien gagal ginjal minum obat berbentuk sirup.

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan mendeteksi dua kasus baru pada anak dengan kondisi satu pasien dilaporkan meninggal dan satu lain masih suspek.“Kami pantau ,” kata Widyastuti saat ditemui di SMP Negeri 51 Jakarta, Pondok Bambu, Jakarta Timur, 10 Februari 2023.Soal arahan Penjabat Gubernur Heru Budi Hartono, Kepala Dinkes itu menyatakan pihaknya tengah melakukan investigasi terhadap penyebab dua kasus gagal ginjal yang baru ditemukan.

Baca juga: 2 Kasus Baru Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Emak-emak Depok Resah dan Anggap BPOM KecolonganDua pasien gagal ginjal minum obat berbentuk sirupSebelumnya, Kemenkes mengungkap obat sirup penurun panas yang dikonsumsi pasien gagal ginjal akut atau Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal di DKI Jakarta.Juru Bicara Kemenkes M. Syahril menjelaskan kedua korban tersebut diketahui sempat mengonsumsi obat sirup.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

tempodotco /  🏆 12. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Update 8 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 263 dalam Sehari, Totalnya Jadi 6.731.959Update 8 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 263 dalam Sehari, Totalnya Jadi 6.731.959DKI Jakarta menempati posisi dengan penambahan kasus konfirmasi paling banyak, yaitu 90 kasus.
Baca lebih lajut »

Kadishub DKI Jakarta Janji Transportasi Online Tak Dikenakan Tarif ERP di JakartaKadishub DKI Jakarta Janji Transportasi Online Tak Dikenakan Tarif ERP di JakartaDinas Perhubungan DKI jakarta memastikan transportasi online tidak dikenakan jalan berbayar atau ERP yang akan diberlakukan di sejumlah ruas jalan.
Baca lebih lajut »

Kadishub DKI Sebut 'U-turn' Jadi Penyebab Kemacetan yang Tinggi di DKI JakartaKadishub DKI Sebut 'U-turn' Jadi Penyebab Kemacetan yang Tinggi di DKI JakartaDinas Perhubungan DKI Jakarta menyatakan, putaran balik atau u-turn menjadi salah satu faktor penyebab kemacetan cukup tinggi di Jakarta.
Baca lebih lajut »

Dinkes DKI Jakarta Masih Dalami Penyebab Kasus Pasien Suspek GGAPA |Republika OnlineDinkes DKI Jakarta Masih Dalami Penyebab Kasus Pasien Suspek GGAPA |Republika OnlineKasus suspek GGAPA Jakarta secara teori bisa disebabkan banyak hal.
Baca lebih lajut »

Nasib Raperda ERP, Heru Budi: Tunggu Keputusan DPRD DKINasib Raperda ERP, Heru Budi: Tunggu Keputusan DPRD DKIPenjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, nasib raperda ERP menunggu keputusan DPRD DKI.
Baca lebih lajut »

Pemprov DKI Tarik Raperda Jalan Berbayar dari DPRD Usai Didemo OjolPemprov DKI Tarik Raperda Jalan Berbayar dari DPRD Usai Didemo OjolKadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo menegaskan Pemprov DKI Jakarta akan menarik rancangan peraturan daerah (raperda) soal jalan berbayar atau ERP dari DPRD DKI Jakarta
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 19:36:20