Pemerintah Indonesia telah menyiapkan dana US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,75 triliun untuk mendukung upaya menyetop operasi PLTU.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan Pemerintah Indonesia telah menyiapkan dana US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,75 triliun untuk mendukung upaya menyetop operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap berbasis batu bara.
"Kami sendiri telah menghapus 13 GW dari daftar perencanaan pembangunan PLTU kami, menghindari tambahan 1,4 miliar metrik ton emisi hingga 25 tahun ke depan," kata Darmawan dalam kesempatan yang sama.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
PLTU Batu Bara Bakal 'Kiamat', Ini Kata Luhut & Sri MulyaniPLTU Batu Bara bersiap disuntik mati, berikut ulasan Menko Marves Luhut dan Menkeu Sri Mulyani
Baca lebih lajut »
'Kiamat' PLTU Batu Bara RI Nyata, AS-Jepang Siap Mendanai..Menko Marves Luhut menyebutkan bahwa program JETP yang dipimpin Jepang dan AS ini akan mendanai transisi energi Indonesia
Baca lebih lajut »
Perusahaan & Konglomerat Batu Bara Terbesar di IndonesiaSejumlah perusahaan seperti Bumi Resources, Adaro Energy, dan Indika Energy menjadi produsen batu bara terbesar di Indonesia.
Baca lebih lajut »
Luhut: Pemerintah Berupaya Percepat Penghentian Pembangkit Listrik Batu BaraLuhut mengatakan pentingnya pembiayaan campuran atau blended finance untuk pembiayaan proyek iklim, seperti peralihan pembangkit batu bara ke EBT.
Baca lebih lajut »
Perusahaan Batu Bara Mulai Lirik EBT hingga Motor ListrikPerusahaan batu bara mulai melirik energi baru terbarukan (EBT) hingga motor listrik. Hal itu sebagaimana terjadi pada PT TBS Energi Utama Tbk (TBS).
Baca lebih lajut »
Dikepung Sentimen Negatif, Harga Batu Bara Diramal Masih LoyoMelemahnya permintaan dan melandainya harga gas membuat batu bara tertekan.
Baca lebih lajut »