10 ribu orang yang melarikan diri dari konflik di Sudan telah tiba di negara tetangga
REPUBLIKA.CO.ID, JUBA -- Lebih dari Sudan Selatan. Mereka harus mengungsi karena pertempuran pecah pada pertengahan April antara tentara dan paramiliter Rapid Support Forces .
“Tiga perempat dari pendatang adalah orang Sudan Selatan, sedangkan sisanya adalah orang Sudan, Eritrea, Kenya, Uganda, dan Somalia,” kata Padiet dikutip dariPadiet mendesak pemerintah negara bagian dan nasional untuk campur tangan dalam mengatasi kondisi kemanusiaan para pengungsi. “Pada Ahad saja, kami menerima 3.000 orang, dan pada Sabtu sekitar 6.500 orang datang dan banyak orang masih dalam perjalanan. Sekarang mereka berhenti datang karena transportasi," ujarnya.
Juru bicara di kantor komisaris daerah Aweil North County Kuot Dau mengatakan, telah menerima banyak sekali orang yang kembali dan pengungsi. Dia menyatakan, tidak ada jaringan seluler tempat mereka menetap dan tidak mengetahui jumlah pasti. Salah seorang yang kembali mengatakan dia berjalan selama 10 jam dari tempat tinggalnya di Khartoum untuk mendapatkan transportasi ke kota perbatasan Renk. “Tidak mudah bagi saya untuk mencapai Sudan Selatan. Saya benar-benar menderita. Namun alhamdulillah, salah satu teman saya membantu saya. Dia membayar transportasi saya dan saya berhasil mencapaiDia mengatakan, mereka yang tidak bisa berjalan sejauh itu terjebak dan tidak yakin kapan mereka bisa mencapai Sudan Selatan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Konflik Sudan, 10.000 Orang Melarikan Diri ke Sudan SelatanPejabat di Renk County, Sudan Selatan, mengungkap sekitar 10.000 pengungsi telah memasuki Sudan Selatan dari Sudan dalam beberapa hari terakhir.
Baca lebih lajut »
Libur Lebaran, Pengunjung Taman Safari Bogor MelonjakPengunjung H+2 Lebaran 12 ribu orang dari hari biasa hanya sekitar 6.000 orang.
Baca lebih lajut »
Mahasiswa Indonesia di Sudan Ungkap Stok Makannya Sudah Mulai Menipis: Sisa Nasi dan Mie InstanPuluhan mahasiswa asal Indonesia diketahui mengungsi di Sekretariat Wahdah Islamiyah di Sudan.
Baca lebih lajut »
WHO: 413 Orang Tewas dalam Pertempuran di SudanWHO mendapat laporan 413 orang tewas dalam konflik Sudan sejauh ini. Di antara korban itu, ada anak-anak.
Baca lebih lajut »
WNI Mulai Dievakuasi dari Sudan, Panglima TNI Prioritaskan Ibu Hamil dan Orang SakitPanglima TNI Laksamana Yudo Margono menyebut pihaknya memprioritaskan WNI yang hamil, sakit, lanjut usia, dan anak-anak untuk dievakuasi lebih dulu dari Sudan.
Baca lebih lajut »
Bantu Korban Kebakaran Muara Angke, Niko Atmaja: 219 Rumah Terkena DampakAkibat dari kebakaran tersebut, lebih dari 200 rumah hangus terbakar dan ratusan orang terpaksa mengungsi
Baca lebih lajut »