Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama buka suara penyebab utama bertumpuknya ribuan kontainer di Tanjung Priok
Foto: Dirjen Bea Cukai, Djaka Budi Utama saat konferensi pers pelanggan ekspor produk turunan CPO di Buffer Area MTI NPCT 1, Cilincing, Jakarta, Kamis .
- Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama buka suara penyebab utama bertumpuknya ribuan kontainer di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada pekan lalu. Ia mengatakan, masalah penumpukan kontainer yang sudah selesai itu bukan disebabkan proses administrasi kepabeanan, melainkan disebabkan perusahaan importir membiarkan barangnya bersemayam lama di pelabuhan.
"Ketika kontainer-kontainer sudah mengalami pengeluaran, barang masih terjadi penumpukan, karena para pelaku tidak segera melakukan pengeluaran," kata Djaka saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin . Djaka menjelaskan, pembiaran barang di pelabuhan ini di antaranya seperti yang dilakukan perusahaan otomotif, yakni BYD dan Wuling. Menurut Djaka, perusahaan-perusahaan itu memanfaatkan fasilitas pelabuhan untuk membiarkan barang yang diimpornya tidak segera keluar dari area pelabuhan selama 3 hari.
"Contoh seperti BYD-Wuling masih memanfaatkan fasilitas yang diberikan pelabuhan selama 3 hari setelah SPPB keluar bahkan lebih dari 2 minggu tidak diangkat keluar, kemarin hampir 10 ribu kontainer yang di pelabuhan," tegasnya. Untuk menyelesaikan masalah itu, Direktorat Jenderal Bea Cukai kata dia telah melakukan pemaksaan supaya perusahaan-perusahaan importir itu tidak membiarkan barang tertumpuk lama di pelabuhan, sehingga mengganggu dwelling time.
"Kita melakukan pemaksaan ke perusahaan untuk melakukan pengeluaran dari area pelabuhan, dari sisi kepabeanan mereka sudah selesai administrasinya, cuma yang belum pengeluaran dari pelabuhan itu karena mrk manfaatkan 3 hari di pelabuhan hak yang masih mereka bisa peroleh," ucap Djaka. Menurut Djaka, penyebab utama perusahaan membiarkan barangnya di pelabuhan dalam waktu lama karena biaya yang lebih murah bila ditempatkan di luar pelabuhan.
"Karena kesulitan tempat di luar, sehingga mereka dengan mengingat cost lebih murah dari luar mereka memanfaatkan itu. Mungkin kita akan segera mendorong mereka ke lini dua, di tempat luar pelabuhan," tuturnya.
Djbc Byd Wuling Penumpukan Barang Kepabeanan Pengeluaran Barang Dwelling Time Perusahaan Importir Biaya Logistik
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Aturan Baru PBB Tentukan Nasib Driver Ojol, Menaker Buka SuaraPemerintah Indonesia menyambut adopsi standar ketenagakerjaan internasional untuk pekerja platform digital. Simak!
Baca lebih lajut »
BGN Buka Suara Soal Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada PresidenBGN menegaskan bahwa informasi hoaks terkait pernyataan Kepala BGN tidak benar. Masyarakat diimbau untuk verifikasi informasi sebelum menyebarkan.
Baca lebih lajut »
Jaga Kebersihan Festival Tabut Bengkulu 2026, Pemkot Siagakan Petugas dan Kontainer SampahPemkot Bengkulu berkomitmen menjaga Kebersihan Festival Tabut Bengkulu 2026. Ribuan pengunjung akan memadati acara, bagaimana strategi penanganan sampah agar lingkungan tetap terjaga?
Baca lebih lajut »
Pemerintah Kembali Memasukkan 6 Proyek Tol Jakarta dalam PSNDalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, pemerintah memasukkan 6 proyek tol dalam kota Jakarta, termasuk pengembangan Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, M.Sc. Section Harbour Road II (Pembangunan Jalan Tol Ancol Timur - Pluit (Elevated)) dan Pembangunan Akses Pelabuhan Tanjung Priok Timur Baru/New Priok Eastern Access (NPEA) Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pembangunan Jalan Tol Jakarta - Cikampek II Sisi Selatan yang menjadi penghubung antara provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Provinsi Jawa Barat juga akan dipercepat.
Baca lebih lajut »




