Jumlah korban tewas dari kecelakaan maut bus ALS menjadi 18 orang setelah ditemukan dua individu dari satu kantong jenazah dan ada korban selamat yang meninggal.
Jumlah korban tewas dari kecelakaan maut bus ALS menjadi 18 orang setelah ditemukan dua individu dari satu kantong jenazah dan ada korban selamat yang meninggal.
PALEMBANG, KOMPAS — Dari pemeriksaan di posko mortem kecelakaan bus ALS dan truk tangki minyak di kawasan Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, tim DVI menemukan satu kantong jenazah berisi bagian tubuh dari dua individu berbeda. Saat ditemukan, bagian tubuh individu yang lebih kecil menempel di ketiak individu dewasa. ”Kemungkinan itu bagian tubuh ibu dan anak berusia di bawah 5 tahun.
Mereka kemungkinan saling berpelukan saat musibah terjadi,” ujar Kepala RS Bhayangkara Mohamad Hasan Palembang Komisaris Besar Budi Susanto seusai konferensi pers, Jumat . Budi mengatakan, bagian tubuh dari dua individu itu ditemukan dalam satu kantong jenazah berkode PM 0008. Tadinya, tim DVI mengira bahwa kantong jenazah itu berisi satu individu. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata ada bagian tubuh dari dua individu yang saling menempel.
Akhirnya, mereka menyimpulkan ada dua korban dalam satu kantong jenazah tersebut. Dua individu itu kemudian diberi kode PM 0008B dan PM 0008C. Individu PM 0008B diduga perempuan dewasa, sedangkan individu PM 0008C adalah anak-anak berusia di bawah 5 tahun dengan jenis kelamin belum bisa dipastikan. Kemungkinan itu bagian tubuh ibu dan anak berusia di bawah 5 tahun. Mereka kemungkinan saling berpelukan saat musibah terjadi.
Hanya saja, tim DVI mencurigai itu sebagai dua individu yang berstatus ibu dan anak. Sebab, sebelumnya, ada keluarga korban dari Way Kanan, Lampung, yang mengaku kehilangan tiga anggota keluarganya, terdiri dari Aldi , Rani , dan Bela . Ketiga korban itu berstatus satu keluarga. Namun, identitas semua jenazah belum bisa dipastikan hingga keluar hasil tes uji laboratorium DNA.
”Kami telah mengambil sampel pembanding dari individu PM 0008C dari bagian tendon dan tulang rawan individu PM 0008C untuk diuji DNA. Sampel itu akan dikirim ke Laboratorium Pusat Kedokteran dan Kesehatan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia di Jakarta, Sabtu pagi. Untuk 16 sampel pembanding jenazah lain, semuanya sudah dikirim pada Jumat pagi ini,” kata Budi. Selain itu, Budi menuturkan, individu PM 0008C menjadi korban terkecil atau berusia termuda.
”Kemarin, dari 16 kantong jenazah yang diterima, kami menduga ada 13 jenazah laki-laki dewasa dan tiga jenazah perempuan dewasa. Sekarang, ada temuan bagian tubuh jenazah anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Dengan begitu, total korban tewas yang ada di RS Bhayangkara menjadi 17 orang,” terang Budi. Dengan penemuan individu PM 0008C tersebut, total jumlah korban tewas akibat kecelakaan maut antara bus ALS DNA truk tangki minyak tersebut menjadi 18 orang.
Pasalnya, satu dari total empat korban selamat, yakni penumpang bus asal Tegal, Jawa Tengah, bernama Muhammad Fahrul Hubaidi meninggal dunia di RSUD Rupit Muratara, Jumat sekitar pukul 11.55 WIB. Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Selatan Trisnawarman mengatakan, Fahrul meninggal karena gagal napas. Hal itu disebabkan luka bakar parah yang dialaminya, yakni luka bakar sekitar 90 persen. Fahrul sudah menjalani operasi pengangkatan jaringan kulit mati pada Rabu lalu setelah selamat dari kecelakaan.
Namun, kondisinya terus melemah hingga meninggal pada Jumat siang ini. ”Jenazah Fahrul tidak dibawa lagi ke Palembang karena sudah terindentifikasi. Pihak ALS akan memfasilitasi pemulangan jenazah Fahrul dari Muratara langsung ke Tegal dalam waktu dekat,” tutur Trisnawarman. Untuk dua korban selamat lainnya adalah Jumiatun dan Ngadiono .
Keduanya merupakan penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah. Saat ini, Jumiatun yang mengalami luka bakar 80-89 persen dalam kondisi stabil seusai menjalani operasi pengangkatan jaringan kulit mati. Akan tetapi, karena alasan medis dan kondisi sedang terjadi banjir di Musi Rawas Utara, Jumiatun yang dirawat di RSUD Rupit akan dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang dengan menggunakan ambulans. ”Saat ini, Jumiatun dirawat dengan bantuan ventilator dan ditidurkan.
Keputusan ditidurkan untuk menghindari Jumiatun merasakan nyeri di sekujur tubuhnya,” ujar Trisnawarman. Adapun Ngadiono yang mengalami luka bakar 60 persen dalam kondisi lebih baik. Dia telah dievakuasi lebih dahulu ke RS Bhayangkara Palembang dengan menggunakan helikopter pada Jumat siang. ”Ngadiono dalam kondisi stabil dan bisa berkomunikasi.
Hanya saja, dia masih butuh perawatan intensif karena nyeri di sekujur tubuh dan ada risiko infeksi. Sekarang, dia dirawat di ICU RS Bhayangkara Palembang,” kata Budi. Perawatan para korban selamat diperkirakan butuh waktu lama. Sebab, mereka mengalami luka bakar di atas 50 persen.
”Tidak menutup kemungkinan mereka harus melakukan operasi lanjutan,” ucap Budi. Sementara itu, biaya perawatan para korban selamat ditanggung oleh sejumlah pihak, antara lain dari pemerintah daerah, RS Bhayangkara Palembang, hingga pihak Jasa Raharja. Kepala Bagian Administrasi Jasa Raharja Sumsel Sugeng Prastowo mengatakan, selain mendukung biaya perawatan, mereka pun memberikan sejumlah santunan. ”Kami ikut membantu biaya perawatan korban selamat.
Di samping itu, kami memberikan santunan untuk korban luka maksimal Rp 20 juta per orang dan korban meninggal Rp 50 juta per orang. Santunan untuk korban meninggal akan diberikan kepada ahli waris setelah data ahli waris berhasil dikumpulkan dan proses identifikasi selesai,” ungkap Sugeng. PALEMBANG, KOMPAS — Dari pemeriksaan di posko mortem kecelakaan bus ALS dan truk tangki minyak di kawasan Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, tim DVI menemukan satu kantong jenazah berisi bagian tubuh dari dua individu berbeda.
Saat ditemukan, bagian tubuh individu yang lebih kecil menempel di ketiak individu dewasa. ”Kemungkinan itu bagian tubuh ibu dan anak berusia di bawah 5 tahun. Mereka kemungkinan saling berpelukan saat musibah terjadi,” ujar Kepala RS Bhayangkara Mohamad Hasan Palembang Komisaris Besar Budi Susanto seusai konferensi pers, Jumat . Budi mengatakan, bagian tubuh dari dua individu itu ditemukan dalam satu kantong jenazah berkode PM 0008.
Tadinya, tim DVI mengira bahwa kantong jenazah itu berisi satu individu. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata ada bagian tubuh dari dua individu yang saling menempel. Akhirnya, mereka menyimpulkan ada dua korban dalam satu kantong jenazah tersebut. Dua individu itu kemudian diberi kode PM 0008B dan PM 0008C. Individu PM 0008B diduga perempuan dewasa, sedangkan individu PM 0008C adalah anak-anak berusia di bawah 5 tahun dengan jenis kelamin belum bisa dipastikan.
Kemungkinan itu bagian tubuh ibu dan anak berusia di bawah 5 tahun. Mereka kemungkinan saling berpelukan saat musibah terjadi. Hanya saja, tim DVI mencurigai itu sebagai dua individu yang berstatus ibu dan anak. Sebab, sebelumnya, ada keluarga korban dari Way Kanan, Lampung, yang mengaku kehilangan tiga anggota keluarganya, terdiri dari Aldi , Rani , dan Bela .
Ketiga korban itu berstatus satu keluarga. Namun, identitas semua jenazah belum bisa dipastikan hingga keluar hasil tes uji laboratorium DNA. ”Kami telah mengambil sampel pembanding dari individu PM 0008C dari bagian tendon dan tulang rawan individu PM 0008C untuk diuji DNA. Sampel itu akan dikirim ke Laboratorium Pusat Kedokteran dan Kesehatan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia di Jakarta, Sabtu pagi.
Untuk 16 sampel pembanding jenazah lain, semuanya sudah dikirim pada Jumat pagi ini,” kata Budi. Selain itu, Budi menuturkan, individu PM 0008C menjadi korban terkecil atau berusia termuda. ”Kemarin, dari 16 kantong jenazah yang diterima, kami menduga ada 13 jenazah laki-laki dewasa dan tiga jenazah perempuan dewasa. Sekarang, ada temuan bagian tubuh jenazah anak-anak berusia di bawah 5 tahun.
Dengan begitu, total korban tewas yang ada di RS Bhayangkara menjadi 17 orang,” terang Budi. Dengan penemuan individu PM 0008C tersebut, total jumlah korban tewas akibat kecelakaan maut antara bus ALS DNA truk tangki minyak tersebut menjadi 18 orang. Pasalnya, satu dari total empat korban selamat, yakni penumpang bus asal Tegal, Jawa Tengah, bernama Muhammad Fahrul Hubaidi meninggal dunia di RSUD Rupit Muratara, Jumat sekitar pukul 11.55 WIB.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Selatan Trisnawarman mengatakan, Fahrul meninggal karena gagal napas. Hal itu disebabkan luka bakar parah yang dialaminya, yakni luka bakar sekitar 90 persen. Fahrul sudah menjalani operasi pengangkatan jaringan kulit mati pada Rabu lalu setelah selamat dari kecelakaan. Namun, kondisinya terus melemah hingga meninggal pada Jumat siang ini.
”Jenazah Fahrul tidak dibawa lagi ke Palembang karena sudah terindentifikasi. Pihak ALS akan memfasilitasi pemulangan jenazah Fahrul dari Muratara langsung ke Tegal dalam waktu dekat,” tutur Trisnawarman. Untuk dua korban selamat lainnya adalah Jumiatun dan Ngadiono . Keduanya merupakan penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah.
Saat ini, Jumiatun yang mengalami luka bakar 80-89 persen dalam kondisi stabil seusai menjalani operasi pengangkatan jaringan kulit mati. Akan tetapi, karena alasan medis dan kondisi sedang terjadi banjir di Musi Rawas Utara, Jumiatun yang dirawat di RSUD Rupit akan dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang dengan menggunakan ambulans. ”Saat ini, Jumiatun dirawat dengan bantuan ventilator dan ditidurkan. Keputusan ditidurkan untuk menghindari Jumiatun merasakan nyeri di sekujur tubuhnya,” ujar Trisnawarman.
Adapun Ngadiono yang mengalami luka bakar 60 persen dalam kondisi lebih baik. Dia telah dievakuasi lebih dahulu ke RS Bhayangkara Palembang dengan menggunakan helikopter pada Jumat siang. ”Ngadiono dalam kondisi stabil dan bisa berkomunikasi. Hanya saja, dia masih butuh perawatan intensif karena nyeri di sekujur tubuh dan ada risiko infeksi.
Sekarang, dia dirawat di ICU RS Bhayangkara Palembang,” kata Budi. Perawatan para korban selamat diperkirakan butuh waktu lama. Sebab, mereka mengalami luka bakar di atas 50 persen. ”Tidak menutup kemungkinan mereka harus melakukan operasi lanjutan,” ucap Budi.
Sementara itu, biaya perawatan para korban selamat ditanggung oleh sejumlah pihak, antara lain dari pemerintah daerah, RS Bhayangkara Palembang, hingga pihak Jasa Raharja. Kepala Bagian Administrasi Jasa Raharja Sumsel Sugeng Prastowo mengatakan, selain mendukung biaya perawatan, mereka pun memberikan sejumlah santunan. ”Kami ikut membantu biaya perawatan korban selamat. Di samping itu, kami memberikan santunan untuk korban luka maksimal Rp 20 juta per orang dan korban meninggal Rp 50 juta per orang.
Santunan untuk korban meninggal akan diberikan kepada ahli waris setelah data ahli waris berhasil dikumpulkan dan proses identifikasi selesai,” ungkap Sugeng.
Bus ALS Identifikasi Korban Tewas Bus ALS Korban Tewas Bus ALS Jadi 18 Orang Korban Selamat Kecelakaan Bus ALS Meninggal X-Hide-Update-Me
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
16 Jenazah Korban Kecelakaan Maut Musi Rawas Utara Tiba di Palembang, Identifikasi DimulaiSetibanya di RS Bhayangkara Palembang, petugas langsung membawa jenazah yang berada di dalam kantong oranye ke dalam ruang jenazah.
Read more »
Harga Xiaomi Redmi Buds 4 Active: TWS Bass Kuat, Baterai Tahan Lama dan Harga Ramah KantongRedmi Buds 4 Active menjanjikan pengalaman mendengarkan luar biasa dengan harga yang sangat terjangkau.
Read more »
Identifikasi dimulai! 16 jenazah korban tragedi bus ALS tiba di RS Bhayangkara PalembangIdentifikasi dimulai! 16 jenazah korban tragedi bus ALS tiba di RS Bhayangkara Palembang. Petugas Dokpol Polda Sumatera Selatan menggotong kantong berisi jenazah korban kecelakaan bus PO ALS yang terbakar ...
Read more »
Dipecat Tidak Hormat Buntut Pod Getar Diduga Berisi Narkoba, Kompol DK Ajukan BandingBerita Dipecat Tidak Hormat Buntut Pod Getar Diduga Berisi Narkoba, Kompol DK Ajukan Banding terbaru hari ini 2026-05-08 21:10:23 dari sumber yang terpercaya
Read more »



