Publik luar melihat praktik penerapan port state measures agreement (PSMA) di Indonesia sudah baik. Namun itu belum terimplementasi seluruhnya, khususnya pada kapal-kapal kecil yang berlayar di perairan Nusantara.
Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berupaya meminimalisir praktik penangkapan ilegal, atau ilegal fishing. Isu terkait ilegal, unreported and unregulated Fishing tersebut juga akan jadi pembahasan utama dalam pertemuan ke-4 kesepakatan negara pelabuhan, atau port state measures agreement di Bali, 8-12 Mei 2023.
Publik luar melihat praktik penerapan PSMA di Indonesia sudah baik. Namun itu belum terimplementasi seluruhnya, khususnya pada kapal-kapal kecil yang berlayar di perairan Nusantara. Hal tersebut diutarakan Indonesian Seas Large Marine Ecosystem Regional Coordinator, Muralidharan Chavakat Manghat dalam sesi bincang bahari yang digelar KKP di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta, Kamis . "Sebenarnya Indonesia sudah dalam progres baik dalam memerangi IUU fishing sejak 2016. Di lihat dari luar, Indonesia sudah berada dalam progres bagus. Tapi yang harus jadi perhatian adalah di kapal-kapal kecil," ujarnya. Pasalnya, Murali menekankan, kebanyakan yang beroperasi di laut Indonesia adalah kapal-kapal kecil dengan ukuran kurang dari 10 gross ton . "Kita perlu meningkatkan kesadaran mereka tentang penangkapan ikan yang bertanggung jawab, tentang kebijakan perikanan. Sehingga ketika mereka melaut, mereka bisa menerapkan itu," tegasnya. "Ada penekanan khusus pada praktik penangkapan ikan sebelum memancing dan saat memancing, dan saat pemasarannya," dia menambahkan. Murali meneruskan, proses paling efektif dan murah dalam menerapkan PSMA untuk kapal kecil, yakni dilakukan pemeriksaan sebelum melakukan penangkapan ikan. Juga, pada saat hasil tangkapan dari kapal tersebut didaratkan. "Karena itu jauh lebih murah, kita tinggal hanya mengecek dokumen izin, apakah kapalnya terdaftar, apakah alat penangkapannya sesuai dengan regulasi. Itu jauh lebih murah dan lebih praktis," tandasnya. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
MUI Minta Polisi Serius Berantas Penyakit Masyarakat dan Backing Bisnis IlegalMajelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan meminta polisi serius memberantas penyakit masyarakat
Baca lebih lajut »
Hari Asma Sedunia, Pasien Diperkirakan Naik Hingga 400 Juta Tahun 2025 |Republika OnlineJumlah penderita asma di Indonesia 4,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia
Baca lebih lajut »
MUI Dukung Polisi Berantas Penyakit Masyarakat dan Backing Bisnis IlegalMajelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan meminta polisi serius memberantas penyakit masyarakat
Baca lebih lajut »
Taufik Hidayat Puji Anthony Ginting: Pemain Lengkap, Tunggal Putra Level AtasLegenda hidup bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat melontarkan pujian kepada tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting.
Baca lebih lajut »
Pelatih Myanmar U-22: Level Kami Berbeda Jauh Dengan Indonesia | Goal.com IndonesiaPelatih Myanmar U-22 Michael Feichtenbeiner mengakui level tim besutannya tertinggal jauh dibandingkan timnas Indonesia U-22. SEAGames2023 IndonesiaU22 MyanmarU22
Baca lebih lajut »
Erick Thohir Sebut Didukung Jokowi untuk Berantas Mafia Pengaturan Skor Sepak Bola, Bagaimana Modusnya?Pengaturan skor merupakan jenis tindak kriminal di pertandingan sepak bola siap diberantas Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Seperti apa modusnya?
Baca lebih lajut »




