Klaim deodoran sebabkan kanker payudara ramai di media sosial. Dokter lulusan UI jelaskan belum ada bukti klinis kuat.
“Dokter ini menjelaskan agar berhati-hati dalam menggunakan deodorant yang berpotensi menyebabkan kanker karena kandungannya. Ia menyarankan wanita untuk tidak menggunakan produk yang mengandung aluminium, karena disebut dapat memicu munculnya benjolan di sekitar payudara.
Salah satu cirinya, setelah dioleskan, ketiak bisa tetap kering hingga lima hari meski tidak mandi,”Dokter Spesialis Penyakit Dalam lulusan Universitas Indonesia, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD, mengatakan bahwa belum ada bukti klinis terkait informasi tersebut.
“Sebenarnya belum ada bukti klinis yang kuat terkait dengan informasi soal deodoran bikin kanker payudara,” kata Andi ketika dihubungi Namun, Andi menduga terdapat kandungan deodoran yang dioleskan ke kulit dapat menyebabkan kanker. Kandungan tersebut adalah aluminium.
“Mungkin idenya datang dari dugaan bahwa aluminium yang dioleskan, kan deodoran tuh salah satu base komponennya adalah aluminium ya,” kata Andi. Setelah itu aluminium akan terdistribusi dan membuat sel sel menjadi abnormal. Tak hanya itu, aluminium juga akan mengganggu hormon. Lebih lanjut, Andi mengatakan bahwa apabila sebuah produk sudah ditinjau oleh laboratorium dan Badan Pengawas Obat dan Makanan , maka sejatinya suatu produk semestinya sudah aman.
“Kalau dia sebuah produk dan sudah direview oleh laboratorium internal dari pabrik yang bersangkutan, kemudian direview juga oleh laboratorium eksternal termasuk juga BPOM sebagian besar sebenarnya sudah masuk dalam standar keamanan kosmetik,” jelas Andi. Maka dari itu, Andi mengatakan seseorang seharusnya tidak perlu terlalu khawatir terhadap hal tersebut, namun informasi baru tetap harus terbuka dan ditinjau lebih lanjut.
“Nah, pola hidup itulah yang dipandang sebagian besar penyebab justru dominan. Pola hidup kan bukan soal makanan dan minuman saja, tetapi bagaimana seseorang berperilaku dalam keseharian, bagaimana lingkungannya, itu juga punya kontribusi dalam sakit sehatnya seseorang termasuk kanker,” kata Andi. Sementara itu, untuk kanker payudara terdapat gen bernama BRCA yang menjadi penyebab kanker tersebut.
“Tapi bukan cuma soal gen itu saja nanti ada faktor pola hidup pola makan obesitas hormon mungkin ada faktor-faktor lain lagi yang harus dipertimbangkan terkait dengan kanker tersebut,” pungkas Andi. 6 Fakta Kepergian Vidi Aldiano, dari Perjuangan Lawan Kanker hingga Kondisi Sheila Dara Sepeninggalannya KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership.
Profil Vidi Aldiano, Penyanyi yang Meninggal Usai Lawan Kanker Ginjal Sejak 2019 6 Fakta Kepergian Vidi Aldiano, dari Perjuangan Lawan Kanker hingga Kondisi Sheila Dara SepeninggalannyaDua Dirjen Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman MundurDaftar Nama 15 Korban Tewas Kecelakaan KRL Bekasi TimurUEA Tinggalkan OPEC di Tengah Perang Iran, Apa yang Akan Terjadi? Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi. Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.comApresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial. Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com. KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
Aluminium Kanker Payudara Deodoran Deodoran Sebabkan Kanker Payudara Andi Khomeini Takdir Haruni Indonesia Ramai Klaim Deodoran Sebabkan Kanker Payudara Benarkah? Ini Penjelasan Dokter Lulusan UI Ramai Klaim Deodoran Sebabkan Kanker Payudara Benarkah? Ini Penjelasan Dokter Lulusan UI
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Hari Terakhir! Dinkes Pangkal Pinang Buka Lowongan Non ASN 2026, Ini Formasi dan SyaratnyaRekrutmen Dinkes Pangkal Pinang: Dibuka untuk Dokter, Dokter Gigi, dan Akuntansi
Read more »
Kata Maman Abdurrahman, Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Tak Berdampak ke UMKM'Hampir rata-rata UMKM menggunakan BBM subsidi, dan itu tidak mengalami kenaikan,” klaim Maman.
Read more »
Ramai di Media Sosial, Benarkah Konsumsi Ikan Asin Bisa Bikin Kanker?Linimasa media sosial X ramai membahas ikan asin yang bersifat karsinogenik. Benarkah?
Read more »
Ramai Teori Konspirasi, Penembakan di Acara Trump Disebut DirekayasaInsiden suara penembakan yang terjadi di acara jamuan makan malam Trump dan awak media gedung putih menimbulkan banyak teori konspirasi, termasuk soal rekayasa. Benarkah?
Read more »
Trump: Kebencian Antara Putin dan Zelenskyy MenggelikanDonald Trump angkat bicara soal kebencian Putin dan Zelenskyy, klaim masih berkomunikasi demi perdamaian Rusia-Ukraina.
Read more »
Cepat Tangani Klaim, BRI Insurance Serahkan Klaim Alat Berat Rp 1 Miliar di BanjarmasinPada 15 April 2026, di kantor BRI Banjarmasin Ahmad Yani telah dilakuka penyerahan klaim asuransi alat berat sebesar Rp 1.165.800.000 kepada nasabah atas nama Akhyar Syahbana.
Read more »



